Keuangan

4 Tips Perencanaan Keuangan Saat Lebaran

perencanaan keuangan lebaran

Tunjangan hari raya sudah masuk ke rekening. Hari seperti ini yang dinanti-nanti, daftar belanjaan yang diinginkan mulai dilirik satu-persatu. Belanjaan seringkali tidak terkontrol sehingga tidak terasa duit THR raib begitu saja. Belum lagi bila ingin mudik ke kampung halaman. Belum lagi harus membayar THR untuk pembantu rumah tangga. Memberikan amplop lebaran ke ponakan dan anak seringkali menjadi tradisi yang lumayan menghabiskan uang lebaran. Uang THR dan gaji bulan itu bak air yang keluar tidak terkontrol. Sebenarnya bisa kok dikontrol. Yuk simak tips-tips merencanakan keuangan saat lebaran

Tentukan Prioritas Dari Daftar Pengeluaran

Buatlah daftar pengeluaran saat lebaran. Kira-kira ada pengeluaran apa saja yang harus dikeluarkan. Semakin detail semakin baik. Setelah daftar pengeluaran keluar, saatnya menentukan prioritas. Apa saja yang harus benar-benar dikeluarkan saat lebaran. Kadang dari daftar itu ada yang nggak penting-penting amat dikeluarkan tapi sering kita beli.

Membuat Anggaran Lebaran

Sudah membuat daftar pengeluaran dan prioritas, sampai ke tahap berikutnya yaitu membuat anggaran. Di saat membuat anggaran ini sebaiknya disesuaikan dengan pemasukan yang ada. Memang untuk sebagian barang atau jasa akan mengalami lonjakan harga yang signifikan saat lebaran. Persiapkan untuk memesan jauh-jauh hari sebelum lonjakan harga terjadi. Misalnya saja, beli baju lebaran sekitar 1-2 bulan sebelum lebaran. Kita bisa mencari tiket kereta api mudik lebaran murah 2019 di beberapa website beberapa bulan sebelum jadwal mudik. Pastikan anggaran yang kita rencanakan ini sesuai dengan pendapatan yang kita miliki. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang.

Konsisten Belanja Sesuai Anggaran

Ketika sudah menentukan prioritas dan membuat anggaran, hal yang harus dilakukan berikutnya adalah konsisten dalam mengikuti anggaran. Banyak orang sudah sukses sudah membuat anggaran namun pada saat menjalankan apa yang sudah dia rencanakan suka lupa. Pembenaran diri sendiri yang selalu mengatakan, ah setahun sekali, ah lagi lebaran ini. Pembenaran ini membuat anggaran lebaran seringkali lebih besar dari anggaran yang semestinya. Ingat, kebutuhan manusia itu tidak terbatas, namun sumber daya uang yang dimiliki oleh kita itu terbatas. Oleh sebab itu, kita harus bijaksana dalam mengatur pengeluaran

Hindari Berhutang Untuk Kebutuhan Konsumtif Saat Lebaran

Banyak sekali tawaran dari fintech atau kredit tanpa agunan yang wara-wiri di sosial media. Kemudahan meminjam dengan jangka waktu beberapa menit membuat banyak orang tergiur untuk meminjam uang cepat. Sayangnya, meminjam uang ini bukan untuk usaha sehingga uangnya diputar untuk mendapatkan keuntungan, melainkan untuk membeli barang-barang konsumtif yang nggak perlu-perlu amat. Misalnya saja mengambil pinjaman untuk membeli handphone terbaru. Lumayan buat pamer sama orang di kampung. Misalnya lagi kasus lain, membeli emas dari hasil uang pinjaman hanya untuk pencitraan di kampung bahwa sudah kerja di kota dan sukses, ditunjukkan dengan emas yang menempel di badan. Pola pikir seperti ini sangat salah. Pinjaman seperti ini bunganya sangat tinggi. Hutang tidak boleh untuk kebutuhan konsumtif seperti ini.

Bila memang sangat terdesak, kita bisa menggunakan dana darurat. Namun balik lagi, ke poin yang di atas. Apakah ini sudah termasuk skala prioritas kita saat lebaran? apakah pengeluaran ini sudah masuk ke anggaran? bila belum apakah ini dikategorikan sebagai biaya tidak terduga sehingga kita bisa menggunakan dana darurat yang kita simpan untuk keperluan darurat?

Semoga artikel ini membantu teman-teman dalam melakukan perencanaan keuangan saat lebaran. Bijaklah dalam mengambil keputusan,hindari berhutang untuk kebutuhan konsumtif. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.

Comment here