Saham TOBA bisa menjadi salah satu pilihan bagi investor yang ingin mencermati sektor energi, meski kinerja keuangannya saat ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Sebelum membeli saham TOBA, penting untuk melihat kondisi perusahaan dari beberapa sisi, mulai dari likuiditas, profitabilitas, valuasi, hingga rekam jejak harga.
Bagi investor yang ingin memantau pergerakan dan melakukan transaksi saham secara digital, aplikasi trading saham terbaik Makmur dapat digunakan untuk mengakses berbagai informasi dan fitur analisis. Dengan memahami data secara menyeluruh, investor dapat menilai apakah karakter saham TOBA sesuai dengan tujuan dan profil investasinya.
Berikut lima aspek utama yang dapat diperhatikan sebelum menambah saham TOBA ke dalam portofolio.
1. Likuiditas Harian yang Melonjak
Volume perdagangan saham TOBA tercatat mencapai 64,29 juta lembar, meningkat cukup jauh dibandingkan rata-rata tiga bulan terakhir sebesar 17,76 juta lembar. Artinya, volume perdagangan harian berada sekitar 3,6 kali di atas rata-rata tersebut.
Lonjakan volume menunjukkan aktivitas transaksi yang sedang lebih tinggi dari biasanya. Bagi investor, kondisi ini dapat memberikan fleksibilitas lebih dalam melakukan transaksi, meski volume yang tinggi dalam satu periode belum tentu mencerminkan peningkatan minat pasar secara berkelanjutan.
2. Laba per Saham yang Masih Negatif
Dari sisi profitabilitas, saham TOBA masih mencatat EPS negatif sebesar -223,97. Karena perusahaan berada dalam posisi rugi, Price to Earnings Ratio (PER) sebesar -2,39 tidak dapat dibaca dengan cara yang sama seperti PER pada perusahaan yang menghasilkan laba positif.
Indikator profitabilitas lainnya juga menunjukkan kondisi yang perlu diperhatikan. Return on Assets (ROA) berada di -4,64%, sedangkan Return on Equity (ROE) mencapai -19,72%. Angka tersebut menunjukkan perusahaan belum mampu menghasilkan keuntungan positif dari aset maupun modal pemegang saham berdasarkan data yang digunakan.
3. Valuasi terhadap Pendapatan dan Nilai Buku
Untuk melihat valuasi dari sisi lain, Price to Sales Ratio (PSR) saham TOBA tercatat sebesar 0,69. Rasio ini membandingkan nilai pasar perusahaan dengan pendapatan yang dihasilkan, sehingga dapat menjadi pelengkap ketika PER tidak relevan akibat EPS negatif.
Sementara itu, Price to Book Value (PBV) berada di angka 1,42. Artinya, harga saham diperdagangkan sekitar 1,4 kali nilai buku per saham. Kedua indikator ini memberikan perspektif berbeda mengenai bagaimana pasar menilai TOBA, tetapi tetap perlu dibaca bersama kondisi laba dan prospek bisnis perusahaan.
4. Margin Usaha dan Struktur Utang
Dari sisi operasional, Gross Profit Margin (GPM) TOBA berada di 12,03%. Namun, Operating Profit Margin (OPM) tercatat negatif sebesar -5,24%. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa setelah memperhitungkan beban operasional, perusahaan belum menghasilkan laba dari kegiatan operasionalnya.
Debt to Equity Ratio (DER) tercatat sebesar 3,14%. Rasio ini perlu dilihat bersama kondisi profitabilitas perusahaan karena beban kewajiban tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika perusahaan masih mencatat kerugian.
Dengan demikian, margin operasional yang negatif dan profitabilitas yang belum pulih menjadi dua aspek penting yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan investasi.
5. Dividen dan Rekam Jejak Harga
Menariknya, TOBA masih membagikan dividen meski EPS dalam data terakhir berada di zona negatif. Dividend per Share (DPS) tercatat sebesar Rp18,56 dengan dividend yield 3,47%. Namun, keberadaan dividen tidak serta-merta menunjukkan bahwa kinerja laba perusahaan sedang kuat. Investor tetap perlu melihat sumber dan keberlanjutan pembagian dividen dari waktu ke waktu.
Dari sisi harga, TOBA mencatat return negatif dalam tiga dari lima tahun terakhir, yaitu -2,09% pada 2026, -4,95% pada 2023, dan -2,74% pada 2022. Sementara itu, return positif tercatat sebesar 8,32% pada 2025 dan 5,13% pada 2024.
Pergerakan tersebut menunjukkan bahwa imbal hasil harga TOBA masih berfluktuasi dan belum membentuk tren positif yang konsisten. Karena itu, rekam jejak harga sebaiknya menjadi salah satu pertimbangan, bukan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.
Secara keseluruhan, saham TOBA memiliki beberapa aspek yang perlu dicermati. Aktivitas perdagangannya sedang meningkat, sementara PSR dan PBV memberikan perspektif tambahan mengenai valuasi. Di sisi lain, EPS, ROA, ROE, dan OPM yang masih negatif menunjukkan bahwa pemulihan profitabilitas menjadi faktor penting untuk diperhatikan.
Dengan kondisi tersebut, investor sebaiknya tidak hanya melihat lonjakan volume atau besaran dividen, tetapi juga mencermati perkembangan kinerja keuangan secara berkala. Fitur analisis di aplikasi trading saham terbaik Makmur dapat dimanfaatkan untuk membantu memantau data tersebut sebelum memutuskan membeli saham TOBA.
Investasi Saham Lebih Tenang Bersama Makmur
Makmur dikembangkan oleh para pakar teknologi dan finansial yang berpengalaman di Silicon Valley serta Wall Street, dengan teknologi analisis berbasis data yang membantu Anda menyusun rencana kekayaan jangka panjang. Kepercayaan tersebut diakui lewat penghargaan Most Trusted Financial Brands Awards 2026 dari Investortrust dan InfoVesta kategori Agen Penjual Efek Reksa Dana Online.
Lebih dari satu juta pengguna telah memercayakan investasinya pada aplikasi Makmur dengan rating 4,8. Sistemnya pun aman dan tersertifikasi ISO 27001, sehingga data serta transaksi Anda tetap terlindungi.
Anda dapat memulai dari nominal kecil lalu menambahnya secara bertahap, sambil memakai fitur analisis di aplikasi saham terpercaya ini untuk menimbang pilihan terbaik.




