Monday, February 17, 2020
Home Blog

Gaji Berapa Bisa Beli Mobil?

57
gaji berapa bisa beli mobil

Menurut kalian, gaji berapa sih yang bisa beli mobil? 5 juta? 7 juta? 10 juta? Baiklah, kali ini saya ingin sharing mengenai kasus nyata yang sering terjadi di masyarakat Jakarta saat ini.

Antara Ekspektasi dan Realita

Setiap keluarga pastinya memiliki keinginan untuk punya mobil pribadi. Kebayang kan kalau lagi hari Sabtu dan Minggu bisa pergi liburan bareng keluarga naik mobil. Nyaman dan adem tentunya. Namun terkadang, antara keinginan dan kemampuan keuangan sering tidak sejalan. Saya ingin berbagi kisah ilustrasi di tulisan kali ini.

Ada keluarga kecil yang ingin membeli mobil. Cicilan per bulan sekitar 4 juta dengan lama cicilan 4 tahun. Penghasilan keluarga ini 15 juta per bulan. Lalu kita coba bedah lebih dalam lagi. Apakah uang yang dikeluarkan oleh keluarga ini benar-benar 4 juta per bulan? Ternyata tidak. Pengeluaran yang dikeluarkan bisa lebih daripada itu. Misalnya saja untuk biaya parkir, bila seharian di kantor memerlukan uang 5000 x 8 jam = 40.000 biaya yang dikeluarkan sebulan 1 juta. Lalu untuk biaya tol misalnya 15.000 x 2 =30.000 bila dihitung selama 1 bulan 25 hari kerja = 750.000. Belum lagi biaya asuransi mobil all risk yang bisa mencapai 4 jutaan per tahun. Biaya untuk service mobil per 20.000 Km. Perpanjangan STNK. Ganti accu, atau ada spare part lain yang harus diganti. Belum untuk bensinnya, diasumsikan bensin menggunakan pertalite untuk jarak rumah ke kantor sekitar 150.000 per 3 hari jadi perhitungan selama sebulan bensin saja sudah 1,5 juta. Belum lagi seminggu sekali ada biaya salon mobil. Sekali nyalon mobil biaya 50 ribu. Sebulan sudah habis 200 ribu. Saya ini belum memperhitungkan ya kalau keluarga ini tiap Sabtu Minggu jalan-jalan ke mall untuk acara keluarga. Atau misalnya pergi liburan ke luar kota.

Hidden Cost Cicilan Mobil

Biaya-biaya di luar 4 juta cicilan mobil merupakan hidden cost. Biaya yang sebelumnya tidak diperhitungkan, namun baru terasa ketika sudah punya mobil. Setelah dihitung-hitung hidden cost tiap bulan bisa mencapai 3 jutaan. Hampir mendekati angka 4 juta. Jika ditotal, sekitar 7-8 juta dananya habis untuk bayar cicilan mobil dan keperluan mobilnya. Lalu bagaimana dengan keuangan keluarga tersebut? Pastinya uang bulanan yang bisa ditabung tiap bulannya lebih banyak menjadi berkurang setelah memiliki cicilan mobil.

Rasio Hutang Dalam Perencanaan Keuangan

Seperti yang kita ketahui, maksimal jumlah cicilan adalah 30 % dari pendapatan bulanan. Bila lebih dari itu keuangan kita tidak sehat. Awalnya bila sebelum dihitung hidden cost nya seolah-olah rasio hutangnya masih sehat, namun bila sudah ditambahkan hidden cost menjadi tidak sehat karena rasio cicilan bisa ada di angka 46-53%. Bisa hampir setengah dari pendapatan tiap bulan.

Jadi sebaiknya sebelum memutuskan untuk membeli mobil cek dulu apakah keuangan kita cukup untuk memenuhi hidden cost? Karena bila kita memaksakan diri akan mengganggu cash flow keluarga kita. Pikirkan baik-baik secara bijak, jangan hanya karena modal gengsi saja ingin punya mobil. Jika kondisi keuangan hanya baru memungkinkan menggunakan motor jangan memaksakan diri mencicil mobil. Bisa juga gunakan kendaraan umum atau mobil atau ojek online yang bisa digunakan ketika kita butuhkan bila ingin naik mobil.

Harbolnas: Gerakan Belanja Nasional Penggerak Ekonomi

0
harbolnas

Beberapa tahun belakangan di industri tanah air bermunculan banyak sekali startup e-commerce yang memiliki banyak penawaran menarik. Misalnya saja dikenal akhir-akhir ini dengan sebutan harbolnas yaitu hari belanja online nasional. Banyak e-commerce berlomba-lomba untuk merebut hati para konsumen dengan memberikan penawaran yang menarik. Salah satu e-commerce yang ikut berpartisipasi dalam harbolnas yaitu blibli.

UMKM Berjualan Di Blibli

Produk yang dijual blibli pun bervariasi, penjual ada yang berasal dari UMKM dan juga ada yang dari official brand. Dengan adanya channel penjualan online dari blibli, pelaku usaha tanah air ikut merasakan dampaknya. Saat harbolnas volume penjualan naik, otomatis hal ini memberikan keuntungan bagi UMKM yang ada di blibli. Kenaikan penjualan membuat produksi naik, menyerap tenaga kerja lebih banyak. Dengan adanya masyarakat yang membeli kebutuhan konsumtif di blibli, maka ekonomi Indonesia pun ikut bertumbuh.

UMKM Membuka Lapangan Pekerjaan

Kebetulan saya tahu banget kenapa blibli ada UMKM nya karena saya pernah diundang ke kantornya dan bertemu langsung dengan produsen yang merupakan salah satu penjual di blibli. Yang membuat saya bangga adalah penjualnya ini memberdayakan orang-orang yang difabel. Kebetulan waktu itu produknya merupakan pernak-pernik handmade premium yang menggunakan kulit. Produknya dijual di blibli dan sudah merambah mancanegara. Saya lihat cara menjahitnya dan kualitas bahannya. Jadi ketika saya berbelanja produk di blibli saya merasa ikut mendukung UMKM di Indonesia.

CAPIT Harbolnas Blibli

Di harbolnas kali ini Blibli yang merupakan salah satu bisnis online yang dimiliki oleh grup Djarum membuat promo CAPIT. Promo ini merupakan singkatan dari Cara Belanja Paling Irit. Inovasi yang dilakukan oleh Blibli boleh dibilang out of the box. Dengan memadukan permainan capit dan harga diskon diharapkan dapat menarik perhatian kaum milenial dan gen z yang mendominasi dan menjadi target pasar saat ini.

Cara Bermain CAPIT Harbolnas Blibli

Permainan Capit ini ide yang sangat sederhana namun diharapkan dapat meningkatkan penjualan blibli di harbolnas tahun 2019. Pelanggan dapat bermain capit dengan menggunakan 5 token setiap kali bermain. Untuk mendapatkan token diperlukan aktivitas seperti misalnya aktivitas pembelian. Ada juga aktivitas yang tidak memerlukan pembelian seperti misalnya aktivasi nomer handphone, quiz di sosial media atau main game gemetar yang akan rilis nanti di blibli 1 Desember 2019.

Setiap transaksi sebesar Rp 100.000 pelanggan mendapatkan 1 token. Promo ini berlangsung dari bulan Oktober hingga Desember 2019. Untuk token ini tidak berlaku kelipatan ya. Tips dari saya sebaiknya transaksi kecil-kecil yang penting banyak. Hehehe. Misalnya nih, isikan pulsa keluarga dan teman-teman minimal 100 ribu namun dibeli lewat blibli. Kan lumayan dapat token banyak. Lakukan deh 3 bulan. Udah lumayan kan dapet tokennya. Belum lagi kalau kita beli di tanggal spesial yaitu 10 Oktober, 11 November dan 12 Desember 2019. Ada ekstra token di tanggal-tanggal tersebut. Kumpulin token sebanyak-banyaknya deh di saat tanggal tersebut.

Harga Syok Yang Bikin Super Syok

Pertanyaannya, kalau sudah main CAPIT dapat apa sih? kita bisa mendapatkan barang impian dengan harga spesial. Tentunya harganya diskon dan bikin syok. Ada harga super syok di 10 Oktober, 11 November dan 12 Desember yang bakal ditawarkan blibli. Mobil Honda CRV cukup bayar 50 jutaan saja, untuk Nmax cukup bayar 2.799 juta saja. Hadiah yang menarik kan? Saya sih tertarik hehehe.

Belanja Boleh, Tapi Tetap Bijak!

Walaupun ada promo yang sangat menggoda, tetaplah bijak dalam menggunakan uang. Ikut berpartisipasi dalam penggerak ekonomi dengan berbelanja produk-produk dalam negri sangat baik, namun perlu diikuti juga dengan sikap bijak dalam berbelanja. Belanjakan uang anda untuk apa yang anda butuhkan, bukan yang hanya sekedar anda inginkan. Hindari untuk berbelanja konsumtif dengan cara berhutang ya! Selamat berbelanja!

4 Tips Perencanaan Keuangan Saat Lebaran

0
perencanaan keuangan lebaran

Tunjangan hari raya sudah masuk ke rekening. Hari seperti ini yang dinanti-nanti, daftar belanjaan yang diinginkan mulai dilirik satu-persatu. Belanjaan seringkali tidak terkontrol sehingga tidak terasa duit THR raib begitu saja. Belum lagi bila ingin mudik ke kampung halaman. Belum lagi harus membayar THR untuk pembantu rumah tangga. Memberikan amplop lebaran ke ponakan dan anak seringkali menjadi tradisi yang lumayan menghabiskan uang lebaran. Uang THR dan gaji bulan itu bak air yang keluar tidak terkontrol. Sebenarnya bisa kok dikontrol. Yuk simak tips-tips merencanakan keuangan saat lebaran

Tentukan Prioritas Dari Daftar Pengeluaran

Buatlah daftar pengeluaran saat lebaran. Kira-kira ada pengeluaran apa saja yang harus dikeluarkan. Semakin detail semakin baik. Setelah daftar pengeluaran keluar, saatnya menentukan prioritas. Apa saja yang harus benar-benar dikeluarkan saat lebaran. Kadang dari daftar itu ada yang nggak penting-penting amat dikeluarkan tapi sering kita beli.

Membuat Anggaran Lebaran

Sudah membuat daftar pengeluaran dan prioritas, sampai ke tahap berikutnya yaitu membuat anggaran. Di saat membuat anggaran ini sebaiknya disesuaikan dengan pemasukan yang ada. Memang untuk sebagian barang atau jasa akan mengalami lonjakan harga yang signifikan saat lebaran. Persiapkan untuk memesan jauh-jauh hari sebelum lonjakan harga terjadi. Misalnya saja, beli baju lebaran sekitar 1-2 bulan sebelum lebaran. Kita bisa mencari tiket kereta api mudik lebaran murah 2019 di beberapa website beberapa bulan sebelum jadwal mudik. Pastikan anggaran yang kita rencanakan ini sesuai dengan pendapatan yang kita miliki. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang.

Konsisten Belanja Sesuai Anggaran

Ketika sudah menentukan prioritas dan membuat anggaran, hal yang harus dilakukan berikutnya adalah konsisten dalam mengikuti anggaran. Banyak orang sudah sukses sudah membuat anggaran namun pada saat menjalankan apa yang sudah dia rencanakan suka lupa. Pembenaran diri sendiri yang selalu mengatakan, ah setahun sekali, ah lagi lebaran ini. Pembenaran ini membuat anggaran lebaran seringkali lebih besar dari anggaran yang semestinya. Ingat, kebutuhan manusia itu tidak terbatas, namun sumber daya uang yang dimiliki oleh kita itu terbatas. Oleh sebab itu, kita harus bijaksana dalam mengatur pengeluaran

Hindari Berhutang Untuk Kebutuhan Konsumtif Saat Lebaran

Banyak sekali tawaran dari fintech atau kredit tanpa agunan yang wara-wiri di sosial media. Kemudahan meminjam dengan jangka waktu beberapa menit membuat banyak orang tergiur untuk meminjam uang cepat. Sayangnya, meminjam uang ini bukan untuk usaha sehingga uangnya diputar untuk mendapatkan keuntungan, melainkan untuk membeli barang-barang konsumtif yang nggak perlu-perlu amat. Misalnya saja mengambil pinjaman untuk membeli handphone terbaru. Lumayan buat pamer sama orang di kampung. Misalnya lagi kasus lain, membeli emas dari hasil uang pinjaman hanya untuk pencitraan di kampung bahwa sudah kerja di kota dan sukses, ditunjukkan dengan emas yang menempel di badan. Pola pikir seperti ini sangat salah. Pinjaman seperti ini bunganya sangat tinggi. Hutang tidak boleh untuk kebutuhan konsumtif seperti ini.

Bila memang sangat terdesak, kita bisa menggunakan dana darurat. Namun balik lagi, ke poin yang di atas. Apakah ini sudah termasuk skala prioritas kita saat lebaran? apakah pengeluaran ini sudah masuk ke anggaran? bila belum apakah ini dikategorikan sebagai biaya tidak terduga sehingga kita bisa menggunakan dana darurat yang kita simpan untuk keperluan darurat?

Semoga artikel ini membantu teman-teman dalam melakukan perencanaan keuangan saat lebaran. Bijaklah dalam mengambil keputusan,hindari berhutang untuk kebutuhan konsumtif. Selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin.

8 Kesalahan Perencanaan Keuangan Yang Paling Sering Dilakukan oleh Generasi Millenial

32
8 kesalahan perencanaan keuangan millenial

Apakah kamu sering merasa bahwa uang habis begitu cepat? Kalau jawabannya ya, mungkin kamu melakukan kesalahan dalam mengelola keuangan kamu. Kamu nggak mau kan gaji bulanan di rekening hanya numpang lewat sebentar untuk bayar hutang. Pastinya ingin dong bisa liburan dan menikmati hari tua dengan tenang. 

Berikut ini adalah kesalahan perencanaan keuangan yang paling sering dilakukan oleh generasi millenial.

Tidak Membuat Anggaran Bulanan

Apakah kalian sudah mencatat biaya yang keluar setiap hari? Kalau belum, mulailah dari sekarang untuk mendata pengeluaran secara harian. Setelah didata selama satu bulan, data ini bisa dipakai untuk membuat anggaran bulanan. Dengan mencatat pengeluaran harian membuat diri kita disiplin dalam mengelola uang. Pendataan ini merupakan salah satu alat untuk melacak kemana saja uang kita dikeluarkan. Apakah uang yang dikeluarkan sudah sesuai dengan budget? 

Besar Pasak Daripada Tiang

Sering kali kita berlaku konsumtif dan membeli produk yang mahal namun tidak mengukur pendapatan kita. Gaji pas-pasan namun gaya hidup yang dilakukan melebih dari gaji yang didapat. Nongkrong di mall dan wisata hanya demi mengikuti tren. Hasilnya? Anak millenials memiliki cicilan yang banyak bahkan menggunakan kredit online untuk memenuhi kebutuhan konsumtifnya. 

Tidak Menabung Di Awal

Menabung yang baik  yaitu menabung di awal setelah menerima gaji. Kenapa? Karena bila kita menabung di akhir, itu adalah uang sisa. Kalau kita menabung di awal, berarti sudah berkomitmen uangnya disimpan sekian persen untuk tabungan. Sedangkan kalau kita menabung di akhir, pastinya hanya menabung dari sisa-sisa uang bulanan. Usahakan menabung di rekening yang berbeda sehingga tidak tercampur dengan dana yang dipakai harian. Bisa juga dengan meminta pihak bank untuk melakukan autodebet bulanan di awal bulan.

Tidak Memiliki Asuransi Kesehatan

Hari gini nggak punya asuransi? Minimal banget nih kamu punya asuransi BPJS. Sebagai pelengkap kamu bisa memakai asuransi kesehatan dari pihak swasta. Sakit bisa membuat seseorang menjadi miskin sesaat, oleh sebab itu kamu membutuhkan asuransi yang membantu mengambil alih resiko yang ditanggung oleh nasabahnya. Bayangkan bila kita atau keluarga kita mengalami musibah seperti harus menderita penyakit kritis. Tabungan dan aset keluarga harus dipakai untuk membiayai pengobatan yang mahal. Namun bila kita memiliki asuransi, biaya yang dikeluarkan tidak sebesar yang harus dibayarkan. Asuransi kesehatan ini juga membantu menjaga arus keuangan kita. Lebih baik menganggarkan uang ratusan ribu hingga jutaan tiap bulannya untuk asuransi kesehatan, daripada mendadak harus keluar uang hingga puluhan juta untuk sekali berobat dari tabungan. 

Tidak Memiliki Asuransi Jiwa

Kesalahan perencanaan keuangan berikutnya yang sering dilakukan oleh milenial adalah tidak memiliki asuransi jiwa. Hal yang tidak bisa kita prediksi adalah kematian. Apalagi bila kita sudah memiliki tanggungan seperti anak dan istri dan kita adalah sumber pendapatan dalam keluarga. Bila kita meninggal, maka pastinya sumber pendapatan istri dan anak tidak ada. Bagaimana dengan kelangsungan hidup mereka kelak? Bagaimana dengan sekolah anak? Siapakah yang akan membiayainya kelak? Oleh sebab itu, bila Anda sayang keluarga, asuransi jiwa adalah hadiah bagi keluarga Anda apabila suatu saat kelak Anda harus pergi meninggalkan mereka karena meninggal dunia. Selain itu, dana dari asuransi jiwa dapat dipakai untuk membayar hutang-hutang, sehingga ketika Anda meninggal keluarga tidak ditinggalkan dengan tumpukan hutang. 

Tidak Memiliki Dana Darurat

Pernahkah tiba-tiba ada berita duka dan mengharuskan kita dan keluarga pergi ke luar kota? Atau misalnya handphone kita jatuh dan rusak. Padahal pekerjaan kita sehari-hari membutuhkan handphone untuk menghubungi client? Dana darurat inilah yang dipakai untuk membiayai tiket dan akomodasi keluar kota bila terjadi hal mendadak dan memperbaiki atau membeli handphone baru ketika rusak. Bayangkan bila kita tidak memiliki dana darurat, bisa jadi kita akan berhutang demi memenuhi kebutuhan darurat seperti itu. Untuk single, dana darurat yang ideal adalah 6 bulan gaji, bila sudah berkeluarga dana darurat ideal yang dikeluarkan adalah 12 bulan. 

Kenapa dana darurat untuk single disarankan 6 bulan? Karena kita berasumsi, bila tidak memiliki pekerjaan, setidaknya selama 6 bulan ke depan masih bisa bertahan hidup tanpa penghasilan. Apalagi masih muda, diharapkan dalam jangka waktu  bulan sudah bisa memiliki pekerjaan atau penghasilan baru. Sedangkan untuk yang sudah berkeluarga, dikarenakan pengeluaran lebih besar maka dibuatlah dana darurat yaitu 12-15 bulan.

Dana darurat ini harus bersifat likuid, jadi disarankan dana darurat ini disimpan di rekening bank yang berbeda sehingga tidak tergoda untuk mengambilnya. Dana darurat ini bisa diisi dengan menganggarkan dari gaji bulanan 5-10% atau mengisinya dengan bonus tahunan yang didapat. Daripada bonus tahunan dihamburkan untuk hal yang konsumtif, lebih baik disimpan di rekening dana darurat. Selain itu dana darurat bisa diisi dari penghasilan di luar pekerjaan utama, misalnya dari pekerjaan sampingan.

Tidak Memiliki Tujuan Keuangan

Bila kita menabung dari sisa-sisa uang yang ada, kita tidak akan termotivasi untuk menabung. Rekening tabungan untuk tujuan keuangan tertentu sebaiknya terpisah dan tidak tercampur dengan rekening operasional harian. Menabung itu harus dipaksakan, karena bila kita tidak memiliki tujuan keuangan yang jelas, motivasi menabung tidak ada. Misalnya saja menabung untuk persiapan menikah, liburan ke luar negri.

Tidak Memulai Mempersiapkan Dana Untuk Masa Pensiun

Usia produktif menjadi karyawan antara 55-60 tahun. Di usia Anda yang sekarang ini, apakah sudah memikirkan apakah Anda memiliki pendapatan untuk menghidupi diri Anda sampai usia senja nanti? Dana pensiun harus disiapkan dimulai dari sekarang. Tidak mungkin menggantungkan diri Anda kepada anak-anak karena pastinya mereka memiliki kehidupannya masing-masing. Untuk memulai menyiapkan dana pensiun caranya dengan menyisihkan uang untuk melakukan investasi, bisa dengan membeli saham, reksadana, ataupun instrumen investasi lainnya.