Salah satu jenis investasi yang mungkin sudah tidak asing lagi terdengar di telinga ini ternyata memiliki cakupan hal yang perlu dipelajari untuk terjun lebih dalam. Reksadana bisa dimulai dengan nominal yang kecil, mulai dari Rp10.000, jauh lebih murah dari pada jenis investasi yang lainnya.
Banyak masyarakat yang sering kali terjebak dalam definisi yang salah dan membuat reksadana kurang diminati. Berikut ini kami jelaskan informasi lebih rinci tentang Investasi Reksadana.

Pengertian Reksadana

Reksadana adalah salah satu jenis produk keuangan yang mengumpulkan dana para investor yang kemudian di kembangkan atau diinvestasikan ke beberapa jenis instrumen investasi seperti saham, deposito, obligasi, pasar uang dan lainnya. Dana reksadana berasal dari ribuan investor yang digabungkan dan dikelola perusahaan manajemen investasi.
Dana yang diterima akan dikelola untuk diinvestasikan oleh Manager Investasi. Manager Investasi adalah seorang yang ahli dalam bidang keuangan dan tentunya juga berpengalaman dalam mengelola investasi.
Kita menyetorkan uang kepada Manager Investasi untuk dikelola. Reksadana berguna bagi mereka yang mau investasi tapi malas untuk belajar masalah investasi. Lebih baik menyerahkan urusan investasi kepada ahlinya daripada harus belajar lagi dari awal.

Profil Resiko Investor

Sebelum kita membeli produk reksadana pastikan sudah mendapatkan informasi yang lengkap tentang produk reksadana. Masing-masing produk reksadana memiliki tingkat resiko yang berbeda. Penting bagi kita untuk mengetahui seberapa jauh resiko yang ingin diambil. Sebagai investor apakah kita termasuk investor yang konservatif, investor moderat, atau investor agresif.

  1. Investor Konservatif

Investor konservatif adalah investor yang lebih memilih resiko yang rendah dan minimal imbal hasil setara dengan bunga deposito. Apabila sudah menjelang usia pensiun, lebih baik untuk memilih instrument investasi yang memiliki resiko rendah.

2. Investor Moderat

Investor moderat adalah investor yang memiliki toleransi terhadap resiko investasi namun tidak ingin mengambil resiko terlalu besar. Biasanya investor tipe ini mengharapkan imbal hasil di atas bunga deposito.

3. Investor Agresif

Investor agresif adalah investor yang memiliki toleransi tinggi terhadap resiko investasi. Investor tipe ini akan membangun portfolio investasinya supaya mendapatkan return tertinggi sehingga mencapai tujuan investasinya.
Setelah mengetahui sampai sejauh mana kita berani mengambil resiko, baru kita memilih produk reksadana yang sesuai dengan profil resiko kita.

Jenis Reksadana

Beberapa jenis produk Reksadana saat ini diantaranya :
1. Reksadana Pasar Uang.
2. Reksadana pendapatan tetap.
3. Reksadana Saham.
4. Reksadana Campuran.
Berikut penjelasan dari masing masing poin diatas.

Reksadana pasar uang

Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi 80% pada pasar uang seperti Deposito, Sertifikat Bank Indonesia, dan Obligasi. Dan dimana ketiganya memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun.
Reksadana pasar uang merupakan jenis investasi dengan resiko terendah dibandingkan dengan jenis investasi lainnya.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang menggunakan setidaknya 80% atau minimum 80% pada instrumen obligasi. Dan biasanya dikelola dalam bentuk surat hutang. Investasi jenis ini merupakan investasi jangka menengah yaitu antara 1 – 3 tahun dan memiliki resiko investasi yang rendah.

Reksadana Saham

Reksadana saham adalah jenis reksadana yang mengalokasikan dana sebesar 80% keatas untuk dibelikan saham yang bersifat ekuitas, Investasi jenis ini merupakan investasi jangka panjang biasanya diatas 5 tahun. Reksadana saham mampu memberikan potensi pertumbuhan nilai yang besar meskipun begitu resiko yang didapat juga besar. Harga saham sifatnya fluktuatif tergantung situasi pasar,politik dan ekonomi. Harga saham bisa melesat tinggi dengan cepat juga dapat turun dengan cepat pula.

Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang tergantung pada pilihan yang biasanya memiliki resiko besar karena pilihan dari jenis reksadana saham, obligasi atau pasar uang. Alokasi dana pada reksadana campuran ini cukup fleksibel karena akan menyesuaikan pasar investasi mana yang menguntungkan saat itu.

Manfaat Investasi di Reksadana

Manfaat atau kelebihan dari reksadana ini menjadikan reksadana banyak digunakan orang saat ini.

Adanya Manager Investasi.

Seperti kutipan diatas Manager investasi berperan penting dalam mengelola Jenis reksadana dan bertanggung jawab atas modal dari para investornya. Kinerja dari Manager investasi sangat ditentukan oleh keahlian mereka dalam mengelolanya dengan baik.
Sebagai investor kita perlu mengetahui tugas dan fungsi Manager Investasi ini dengan baik. Salah satu tugasnya yaitu mengelola dana dari investor pada jenis instrument reksadana untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

Selain itu tugas manager investasi harus melaporkan hasil investasinya kepada para Investor agar investor dapat memantau posisi reksadana yang ia pilih.

Bisa dibeli dalam jumlah kecil

Sebagai jenis investasi yang paling murah, reksadana dapat dibeli dari berbagai platform seperti bank, lewat online, market place dan lainnya. Untuk harganya sendiri jauh lebih murah daripada investasi langsung seperti saham atau pasar uang.
Karena murah inilah Reksadana banyak dipakai orang dari berbagai kalangan untuk menginvestasikan uang mereka.

Resiko Reksadana

Resiko Reksadana perlu diketahui bagi para investor apa dampak terburuk yang terjadi pada uang Anda saat berinvestasi di Reksadana :

Ada Fee (Potongan)

Karena disini kita menggunakan manager Investasi untuk mengelola uang kita di Reksadana maka pasti ada potongan untuk membayar mereka. Namun disini ada dua jenis fee yang akan berlaku dan dikenakan pada investor.
Yaitu Fee pada saat pembelian sebesar 1 – 3 % dan juga ada pada fee Ketika melakukan penarikan hasil investasi sebesar 0,5 – 1 %. Maka dari investor harus menghitung berapa fee yang harus dikeluarkan dari dana yang di investasikan.

Pada beberapa pengelola reksadana juga ada yang memberikan fee yang sedikit atau bahkan tidak ada fee misalnya jika membeli reksadana pada aplikasi online untuk membeli reksadana atau sekuritas.

Kinerja Manager Investasi Berbeda-beda

Manager investasi bertanggung jawab akan dana investor, maka sebaiknya memilih manajer investasi yang memiliki track record baik dalam mengelola keuangan. Bila salah memilih manajer investasi, bisa jadi dana kita tidak berkembang dengan baik.

Menurunnya NAB

Nilai Aktiva Bersih atau NAB merupakan total kekayaan bersih Reksadana setiap harinya. NAB memiliki nilai yang berubah ubah setiap harinya yang dipengaruhi oleh beberapa sebab transaksi pembelian dan penjualan reksadana, harga pasar reksadana dan perubahan dana yang dikelola dari instrumen investasi.

NAB dijual dalam bentuk satuan Unit, dimana uang Anda tersebut yang diinvestasikan akan dikonversi dalam bentuk unit. Menurunnya NAB dapat dihitung dengan cara :

nilai aktiva bersih
Cara menghitung NAB

Jadi setiap akan membeli Reksadana sebaiknya melihat tren pasar mana yang prospek dan perlu diketahui juga perubahan tren bisa berubah ubah sewaktu waktu dengan cepat.

Cara Membeli Reksadana

Reksadana saat ini sudah dapat dibeli dengan mudah menggunakan beberapa pilihan diantaranya :

  1. Melalui Bank.

Beberapa bank ada yang sudah menjual produk reksadana seperti Bank Mandiri dan BCA. Untuk prosesnya sendiri Anda bisa mendatangi kantor cabang di daerah sekitar. Kemudian mendatangi customer servicenya. Disini beritahukan tujuan Anda untuk membeli reksadana, kemudian CS akan memberikan formulir untuk diisi.

Jika menggunakan bank pastikan Anda sudah memiliki rekening bank tersebut, reksadana yang Anda beli diambil dari Tabungan bank Anda yang kemudian akan langsung diberikan kepada Manager Investasi. Disini juga akan dijelaskan mekanisme untuk mengecek NAB harian investasi Anda.

  1. Melalui Online.

Cara ini sudah marak digunakan karena beberapa kemudahan yang didapatnya seperti :

  • Pendaftaran bisa langsung online tanpa perlu ke kantor cabang, kecuali untuk pembuatan rekening.
  • Proses pendaftaraan yang cepat dan mudah.
  • Dana investasi sangat kecil bisa mulai dari Rp 10.000, Rp 50.000 dan sebagainya sehingga sangat terjangkau.
  • Fitur analisis dana membantu Anda mudah dalam memantau uang yang di Investasikan secara realtime.

Lembaga keuangan yang mendukung seperti Manulife, Permata, Mandiri, Citybank. Aplikasi online yang mendukung misalnya bareksa,bibit, ajaib, dan lain-lain.

  1. Menggunakan Marketplace.

Reksadana juga dapat dibeli melalui marketplace Seperti BukaReksa yaitu milik Bukalapak.com atau tokopedia. Umumnya yang dijual di marketplace ini adalah reksadana pasar uang.

Baca juga : Reksadana Syariah

Reksa dana sebagai investasi dengan fleksibilitas tinggi. Dengan reksadana Anda bisa mengumpulkan dana darurat atau tujuan keuangan lainnya seperti persiapan pensiun, pendidikan anak, dan lain-lain. Demikianlah informasi mengenai reksadana. Semoga bermanfaat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here