Industri fintech, singkatan dari financial technology, merupakan sektor yang berkembang pesat yang menggabungkan teknologi dengan layanan keuangan untuk menciptakan inovasi dan efisiensi dalam pengelolaan uang, investasi, dan transaksi. Banyak usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) kini mengakses pembiayaan melalui fintech dan secara umum menyadari dampak positif dari fintech peer-to-peer (P2P) lending. Ada pula yang melaporkan bahwa omzetnya meningkat beberapa kali lipat. Hal ini dapat dirasakan oleh para pengusaha, karena proses pengajuan yang mudah, pinjaman tanpa nilai dan nominal hingga Rp 2 miliar menjadi daya tarik bagi UKM untuk mengembangkan usahanya. Berdasarkan studi tahun 2023, kebutuhan finansial UKM diperkirakan mencapai Rp 4.300 triliun pada tahun 2026. Namun dana yang tersedia hanya mampu menutup sekitar Rp 1.900 triliun sehingga mengakibatkan defisit kredit sebesar Rp 2.400 triliun.
Industri fintech lending melihat hal ini sebagai peluang untuk terus mengembangkan inovasi yang berkontribusi kepada masyarakat dan berdampak langsung terhadap perekonomian Indonesia. Cerita Peminjam FinTech Loan Cerita pertama datang dari Yuari Trantono (Ari), pemilik PT Pangan Nusantara. Ali mengatakan pendanaan dari ALAMI Syariah dapat meningkatkan keuntungan usaha. Saat ini penjualan makanan beku mencapai 6 ton per hari yang didistribusikan ke hotel, restoran, katering (Horeka), dan pabrik di Indonesia yang diolah menjadi bakso, sosis, dan produk lainnya. Ali telah menjalankan perusahaan sejak 2013. Usahanya saat itu adalah perdagangan ternak dan beroperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Setelah terpaksa menutup usahanya akibat membanjirnya daging impor, ia memulai usaha daging beku. “Saya tidak mempunyai aset apa pun, sehingga kendala sebagai pelaku UMKM tidak terlalu besar. Saya sendiri yang memulai usaha ini dengan modal terbatas pada awalnya.” Akhirnya saya mengajukan pinjaman ke Alami Syariah. Sampai saat itu, syukurlah, jumlah pinjaman meningkat. “Saat ini kami sedang menyewa lahan untuk gudang,” kata Ali saat ditemui di kantor usahanya di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (30 Oktober 2023).
PT Pangan Nusantara sendiri telah memperoleh pembiayaan mencapai sekitar Rp 1,2 M dari plafon Rp 2 miliar dengan proses relatif mudah, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan laba usahanya.
Cerita lainnya datang dari sebuah keluarga yang memiliki usaha bakso keliling di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Sumarni bersama anaknya, Tuti Sumiati menceritakan pengalamannya setelah memperoleh pinjaman dari Mekar Fintech Lending melalui KSP Dwi Tunggal sebesar Rp40 juta yang digunakan untuk modal usaha yakni membeli sebuah gerobak baru untuk berjualan keliling. “Usaha saya dan suami itu jualan bakso keliling. Tahun 2020 kemarin kita sempat terkena dampak Covid, dagangan kita menurun. “Tapi sekarang alhamdulillah berkat bantuan fintech masih bisa berjalan,” kata Tuti kepada awak media dari rumahnya.
Dana yang diterima Ibu Tuti melalui KSP Dwi Tungal berasal dari koperasi yang diperuntukkan bagi perempuan pemilik usaha dan pensiunan. Prasyarat untuk mengajukan pinjaman adalah dengan menggunakan surat pensiun ibu Anda dan cicilan yang dipotong langsung dari pensiun bulanan Anda sebagai jaminan.
Setelah Tuti mendapat pinjaman dari Mekaal melalui KSP Dwi Tungal, penghasilan Tuti yang tadinya hanya sekitar Rp 300.000 per hari kini mencapai Rp 500.000 per hari. Berbeda dengan dua penerima dana korporasi sebelumnya, Erfianty menerima dana dari OVO Financial karena merupakan salah satu trader terdaftar di ekosistem bisnis OVO. Perusahaan Elfianti adalah Ayam Bakar Hijra Madhu yang berpusat di Jagakalsa. Sebelumnya, ia memulai usahanya di masa pandemi dan hanya mengandalkan penjualan dari teras rumahnya. “Pengajuan pinjaman saya sangat mudah dan mereka yakin saya akan mendapat dukungan kredit. Syukurlah semuanya berjalan lancar dan prosesnya cepat. Paling lama hanya dua hari. Bahkan pengerjaan pertama hanya satu hari,” kata Elfianti sambil mempresentasikan produknya pada Bazaar Universitas Pancasila. “Untuk mengirimkan, saya cukup memasukkan detail saya dan penarikan dari perdagangan saya, dibayar atau tidak, akan muncul di aplikasi ekosistem OVO.” Syukurlah, tidak ada jaminan, tutupnya.
Secara keseluruhan, fintech pemodal menawarkan langkah dan aplikasi yang mudah bagi para pelaku UMKM untuk mengembangkan potensi bisnisnya. Besaran pinjaman yang disalurkan kepada pelaku UMKM juga bergantung pada tingkat kemampuan membayar dan pertumbuhan usahanya.
Untuk mengecek fintech resmi di Indonesia bisa lihat daftar fintech di AFPI. Jangan sampai tertipu dengan fintech ilegal ya.




