Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat tahun baru kepada teman-teman semua. Semoga di tahun yang baru ini kondisi keuangan semakin membaik ya! Amin. Kali ini saya ingin membahas mengenai strategi apa saja yang harus kita siapkan dalam menyambut tahun baru di 2021 ini.

Akhir tahun 2020 tentunya sudah kita lalui dan juga pastinya sudah melakukan evaluasi keuangan dong di tahun 2020.Β  Nah di tahun 2021 ini jangan lupa melakukan resolusi juga ya. Tidak hanya dari sisi personal life saja yang perlu dibuat resolusi, keuangan juga perlu loh untuk dibuat resolusinya!

Jadi apa aja nih 5 strategi keuangan supaya tahun baru ini bisa lebih baik lagi dari tahun yang sebelumnya?

Punya Budget / Rencana Pengeluaran

Yap! Betul banget. Ini adalah ilmu dasar dari personal finance yaitu mengelola cashflow. Kalau masih susah nih buat mengelola budget mulai dulu deh buat rencana pengeluaran. Memulainya dengan cara mencatat pengeluaran harian secara rutin selama sebulan. Nanti dari pengeluaran tersebut akan terlihat pola pengeluaran bulanan kita. Baru deh buat budgeting bulanan. Untuk biaya makan berapa, biaya trasnportasi, bayar tagihan, dan lain-lain.

Mengecek Keuangan Pribadi

Bicara soal keuangan memang sensitif banget ya. Tapi buat kamu yang ingin memperbaiki keuanganmu tahun ini harus ngecekin loh kondisi keuangannya. Namanya kan mau memperbaiki, jadi kita harus tahu titik awalnya ada dimana. Jadi siap-siap hitung kembali aset, hutang, dan kekayaan bersih kamu untuk bisa ambil langkah selanjutnya nih. Kalau kamu sendiri nggak tahu informasi detail tersebut ibarat mau jalan ke suatu tujuan tapi nggak tahu sekarang ada dimana.

Punya Strategi Bayar Hutang

Punya hutang itu wajar dan boleh kok. Tapi ingat ya, harus tahu kapasitas hutangnya! Jangan sampai kapasitas membayar dan jumlah cicilannya nggak seimbang. Maksimal tiap bulan untuk membayar hutang yaitu 30% dari jumlah penghasilan. Jadi misalnya kamu punya uang Rp 10.000.000 maka cicilan hutang maksimal ada di angka Rp 3.000.000 saja. Hutang ini termasuk hutang konsumtif dan produktif ya.

Membayar hutang pun ada strateginya. Tentunya kamu harus terlebih dahulu menyusun daftar hutang yang sudah ada, berikut rincian jumlah hutangnya, bunga, dan tanggal jatuh temponya. Bisa dengan membayar hutang yang paling kecil dulu agar dapat segera fokus membayar hutang dengan nilai pokok yang lebih besar. Bisa juga dengan membayar hutang dengan bunga yang paling besar terlebih dahulu.

Review Kembali Asuransi Yang Sudah Ada

Asuransi juga memiliki masa kadaluarsa loh. Asuransi yang kita beli pada saat masih single tentunya menjadi tidak relevan bila kita sudah berubah status menjadi berkeluarga. Tentunya perlindungan yang dibutuhkan jadi lebih banyak. Nilai aset kita juga bertambah, penghasilan bertambah, tentunya perlu peninjauan kembali untuk polisnya agar proteksi yang didapatkan maksimal.

Misalnya saja nih, sebelum menikah proteksi yang dimiliki hanyalah asuransi kesehatan. Setelah menikah perlu menambahkan proteksi jiwa karena sudah menjadi kepala keluarga. Jadi apabila terjadi resiko tutup usia maka uang pertanggungannya dapat digunakan untuk memenuhi biaya hidup keluarga yang ditinggalkan.

Pastikan Investasi Sudah Sesuai Rencana

Kalau kamu sudah mulai investasi nih, coba yuk review kembali aset investasinya. Apa sudah sesuai rencana apa perlu rebalancing? Jangan lupa untuk selalu investasi di instrumen yang kamu mengerti. Selalu gunakan uang dingin alias uang yang tidak terpakai ya. Jangan sampai menggunakan uang dari hutang atau uang dari kebutuhan bayar sekolah anak, uang untuk rumah tangga, dan lain-lain. Jangan mudah terpengaruh ajakan investasi yang tidak masuk akal. Investasi yang menjanjikan profit tinggi tentunya diiringi oleh resiko yang tinggi juga.

 

58 COMMENTS

  1. Pas banget nih, aku lagi mau nyusun resolusi keuangan untuk tahun ini. Jadi artikel ini sangat membantu sekali, Kak. Kalau boleh aku mau nambahin, jangan lupa untuk dana daruratnya dipenuhi dulu. Ini penting banget. Pas pandemi kayak gini berasa banget jungkir baliknya ketika gak ada dana darurat. Makasih artikelnya, Kak.

  2. Strategi keuangan emang penting banget biar bisa mandiri..
    Sayang banget kalo sampai harus berhutang dan malah jadi bingung ngelunasin karena dari awal ngga punya strategi keuangan..
    Apalagi kalo misalnya urusan sampai berakhir di pengadilan..hehe..
    Becanda deh, semoga ngga ya πŸ™‚

    Btw, good post!

  3. Kalau rencanaku di tahun 2021, pengaturan pengeluaran agar tidak boros. Kemudian menambah penghasilan jika memungkinkan. Dan yang pasti untuk mengalihkan pengeluaran yang tidak perlu ke sektor investasi.

  4. Uang Ibarat air mengalir. Perlu strategi biar alirannya tidak semua sampai ke muara. Ada yang singgah untuk minum, dan di investasikan kepada pohon agar berbuah.

    Ternyata banyak juga ya pos-posnya kebutuhan harian, hutang, asuransi, investasi, dan entertainment untuk diri sendiri.

    Semangat awal Tahun…

  5. Strategi keuanganku masih acak-acakan nih, jumlah uang tunai di dompet aja gak pernah kuhitung, ngecek saldo rekening juga jarang banget. Untung baca artikel ini, jadi semangat lagi menata ulang. Mumpung masih awal tahun kan juga kan, terima kasih Kak Inez.

  6. Sekarang lagi rame ya investasi pake uang dingin dan uang panas. Ditambah sekarang investasi saham sedang trend juga. Tapi yang paling penting adalah mengontrol pengeluaran dulu..

  7. Aku udah coba mencatat semua pengeluaran dan pemasukan kak, tapi bingung selanjutnya gimana karena kadang pemassukan dan pengeluaran bulanan suka nggak nentu gitu huhu

    Mesti belajar lagi nih strategi keuangannya, thanks udah share kak inez

  8. Untuk kestabilan keuangan keluarga, tahun ini gue surrender asuransi, terpaksa tutup beberapa polis. Langkah lain yang mau di terapkan, mengontrol pengeluaran terutama ngopi…bahaya laten banget ini jajan…ga berasa tau tau bikin bolong kantong

    makasih udah di ingetin beb

  9. Catet!!!
    Perlu banget ini diaplikasikan. Soalnya tahun ini sudah mulai susun2 & bagi2 budged. Mengelola keuangan pribadi dan keluarga ternyata serupa tapi tak sama. Banyak hal yang harus diperhatikan, bukan buat diri sendiri aja soalnya. Ya ampuun jadi curhat. Berguna sekali artikel ini❀️
    Makasih, Kak Inez.

  10. “Jangan mudah terpengaruh ajakan investasi yang tidak masuk akal”
    Ini penutup yang luar biasa. Karena banyak banget investor angkatan covid yang sekarang lebih ikut-ikutan trend. Alhasil, bukannya untung malah buntung. Tapi tahun ini uda punya target nih buat nabung. Semoga tetap disiplin sampai akhir tahun ini. Btw, ada rekomendasi asuransi apa aja yang sebaiknya yang dimiliki buat yang masih single? Siapa tau ada produk baru yang menarik kan.

    • asuransi manulife kak, yg program unitlink. cocok buat single. kalo konsultasi bisa langsung hubungi no 085693356525 ya kk πŸ™‚ thanks

  11. “mencatat pengeluaran harian secara rutin selama sebulan” Ini penting banget si, soalnya kalo gak dicatet pasti ada aja pengeluaran yang jebol untuk hal2 yang gak penting sama sekali.

  12. Salah satu hikmah dari kondisi pandemic seperti saat ini, bahwa banyak banget sisi kehidupan yang mesti saya adaptasi/
    tata ulang. Termasuk strategi / arrange keuangan. Seperti, bilang ‘tidak’ untuk tawaran – tawaran asuransi berikutnya. Terimakasih kak inez untuk ‘ Review Kembali Asuransi yang Telah Ada’ . Saya baru sadar, banyak banget ikut asuransi, tanpa saya ngeh apa aja, batas waktu dan benefit dari asuransi-asuransi tersebut.

  13. Wah ini kontennya seger banget mumpung masih Februari, cocok banget buat aku yang baru mau belajar mengatur keuangan. Sudah nikah nggak boleh boros. πŸ™‚

  14. Terima kasih kak Inez atas penjelasannya. Saya langsung cek satu per satu nih itemnya, cuma ada beberapa sih yang masih double, seperti asuransi dan investasi. Nah, sejak beberapa waktu lalu saya sendiri mencoba investasi reksadana berdasarkan penghasilan freelance, itu sudah benar belum ya? Atau ada rekomendasi investasi yang cocok buat freelance? Terima kasih.

    • asuransi dan investasi adalah 2 hal yang berbeda. Kalau memang ingin murni investasi sebaiknya pilih instrumen investasi sesuai tujuan keuangan yg ingin dicapai. Kalau pakai unitlink kurang maksimal.
      Reksadana bagus. Saham bagus. Yang penting menguasai instrumen investasinya.

  15. Reminder bener ini…tahun baru banyak yang mesti direvisi strategi keuangan keluarga, apalagi ada pandemi. Dan setuju banget sama sarannya untuk tidak mudah terpengaruh ajakan investasi yang tidak masuk akal. Investasi yang menjanjikan profit tinggi tentunya diiringi oleh resiko yang tinggi juga. Ini beneran sering bikin tergoda lihat janji profitnya yang tinggiii hiks!

  16. Reminder penting di awal tahun nih kak, sebelum semakin jauh menjalani 2021 ya kak. Jujur ak pun punya resolusi tahun 2021 mau buat perencanaan keuangan tp ternyata sampe Februari belum kesampaian nih πŸ˜…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here