Seringkali ketika bertemu dengan klien baru, saya menghadapi beberapa penolakan yang memiliki persepsi asuransi yang salah. Kenapa salah? Mungkin saja memang termakan omongan orang yang katanya katanya, tapi dia sendiri tidak pernah mengalaminya. Mungkin juga terjadi kesalahpahaman dalam menangkap informasi seputar asuransi.

Selain itu, kesalahan sering kali terjadi dari agen yang memang kurang mengedukasi nasabahnya. Sehingga saat membeli polis, terjadi perbedaan persepsi, wah saya dijelasinnya nggak begitu kok sama agen. Sebaiknya setelah buku polis diterima baca sebaik mungkin apa saja isi dari buku polis itu. Nasabah diberikan waktu selama 14 hari untuk mempelajari buku polis. Bila ada yang tidak sesuai bisa membatalkan polis dan uang kembali.

Pada dasarnya asuransi itu ada dua, yang tradisional dan unitlink. Namun banyak orang awam mencampur adukan kedua jenis asuransi ini. Padahal keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Yang satu memang fokus di manfaat proteksi, yang satu lagi campur antara proteksi dan investasi.

Berikut ini saya rangkum beberapa persepsi yang salah dari calon nasabah:

Asuransi Menambah Pengeluaran Bulanan

Alasan ini paling sering saya temui ketika saya menawarkan asuransi. Asuransi itu bukan tambahan pengeluaran bulanan, melainkan budget yang memang harus dialokasikan di dalam perencanaan bulanan. Kenapa? Wah ini balik lagi ke dasar perencanaan keuangan. Setelah kita sudah selesai menabung untuk dana darurat, kita harus mempersiapkan proteksi bagi diri kita dan keluarga.

Kenapa sih harus mempersiapkan biaya proteksi? Coba ketika kamu diberikan pilihan, lebih baik menyisihkan uang 500ribu-1 juta sebulan atau tiba-tiba ditagih biaya rumah sakit 100 juta? Disinilah kegunaan asuransi kesehatan supaya cashflow kamu tidak terganggu. Jadi uang yang udah kamu kumpulkan tidak harus dialokasikan membayar biaya sakit.

Saya Masih Sehat, Belum Butuh

Justru bagus lah kalau masih sehat, artinya kita masih bisa mengajukan asuransi. Ketika kita sakit kritis, akan semakin sulit asuransi diajukan. Tidak ada seorang pun tahu kapan kita dirawat di rumah sakit. Tidak ada satu orang pun tahu kapan kita akan meninggal dunia. Jadi selagi sehat, segera buka polis asuransi deh.

Nasabah Sulit Untuk Klaim Asuransi

Nah untuk klaim ini ada nih di buku polis. Misalnya saja ada sekian penyakit kritis yang harus melewati masa tunggu selama setahun. Coba deh baca baik-baik dulu buku polisnya. Ada informasinya di situ sih biasanya. Jadi sekali lagi manfaatkan masa mempelajari polis itu selama 14 hari.

Selain itu, kita juga harus jujur dengan pihak asuransi. Saat pertama kali kita mengisi formulir pengajuan semua riwayat penyakit harus disebutkan. Jangan sampai demi ingin lolos pengajuan asuransinya maka memberikan data yang tidak jujur. Pihak asuransi memiliki jaringan rumah sakit yang luas, rekam medis nasabah bisa dicek saat klaim. Jadi kalau dulu misalnya ngaku di formulir pengajuan polis tidak punya sakit jantung, tapi ternyata pas dicek ada history sakit jantung bisa-bisa kamu kesulitan mengajukan klaim. Yang penting jujur deh!

Asuransi Itu Penipuan

Biasanya nih yang sering ngomong begini adalah nasabah yang pernah tutup polis unitlink. Mungkin ya dia merasa kecewa karena dijanjikan oleh agen yang sebelumnya investasi sekian nanti akan balik sekian. Namun pada kenyataannya tidak sesuai dengan pengajuan di awal.

Jika memang ingin fokus di investasi sebaiknya fokus di instrumen investasi dan pisahkan dari asuransi. Misalnya saja instrumen investasi yang dipakai saham, reksadana, emas, dan lain-lain. Ingat, fungsi dasar utama asuransi adalah proteksi. Jika ingin manfaat optimal dari investasi ya gunakan instrumen khusus investasi.

Namun bila kita tidak punya waktu untuk mempelajari mengenai saham, reksadana, sebaiknya ya serahkan saja sama orang yang memang kerjanya tiap hari mainan itu. Nah di sini bisa pilih tipe asuransi unitlink yang bisa ditop up deh untuk investasinya.

Kalau udah pilih, ya sesuaikan profil resikonya. Apakah kita investor konservatif,moderat, agresif. Kalau konservatif trus dimasukkan ke instrumen investasi saham yang untuk profil agresif, bisa-bisa nggak tidur mulu lihat harga saham naik turun setiap hari.

Di asuransi ada produk untuk ini, namanya asuransi unitlink. Memang imbal hasilnya tidak sebesar bila kita investasi di saham. Namun bila lebih mempercayakan manajer investasi yang mengelola bisa pilih produk ini. Oh ya perlu diketahui ada biaya akuisisi biasanya untuk produk seperti ini. Biaya akuisisi ini lah yang seringkali membuat nasabah bingung, uangnya kemana ya padahal sudah investasi. Tiap produk unitlink memiliki biaya akuisisi yang berbeda-beda. Sebaiknya tanyakan ke agen asuransinya.

Asuransi Itu Mahal

Oke udah sering banget denger statement ini. Asuransi itu mahal. Duh saya ga ada uangnya. It’s ok. Setidaknya kalian punya proteksi paling dasar banget deh, BPJS. Untuk kelas 3 yang paling murah 42 ribu. BPJS itu asuransi kesehatan yang disediakan dari pemerintah. Masa 42 ribu nggak bisa bayar? Nah di sini mindset yang harus ditanamkan. Proteksi itu penting. Tidak masalah tidak menggunakan asuransi swasta. Yang penting ada proteksi kesehatan dulu. Nah, kalau bicara soal kenyamanan baru bisa memilih asuransi swasta sesuai budget yang dimiliki.

Asuransi Hanya Untuk Orang Kaya

Tugas saya adalah mengedukasi bahwa perencanaan keuangan ini bukan hanya untuk orang kaya saja, tapi juga orang menengah ke bawah juga wajib untuk mendapatkan literasi keuangan yang baik.

Supaya cashflow keuangan tetap baik, perlu adanya perencanaan keuangan. Perlu adanya proteksi untuk melindungi aset yang sudah kita miliki dengan asuransi. Jangan sampai uang yang sudah kita tabung dengan kerja keras harus hilang begitu saja karena tidak ada yang melindungi aset kita. Itulah fungsi dari asuransi.

Sesuaikan asuransi dengan kebutuhan. Jika memang butuhnya asuransi jiwa saja karena sudah ada asuransi kesehatan kantor, ya belinya itu saja. Apalagi sudah memiliki keluarga dan menjadi pencari nafkah. Asuransi jiwa adalah keharusan. Sesuaikan budget asuransi dengan kemampuan finansial.

Jadi demikianlah sharing saya kali ini mengenai persepsi asuransi yang salah. Semoga ini menambah wawasan teman-teman mengenai asuransi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here